Santri
pelosok negeri
Kami berasal
dari berbagai pelosok negeri
Kami
berangkat dengan keyakinan yang tinggi
Di hati kami
telat bulat sempurna
Untuk pergi
mengembara
Mencari
setitik cahaya di timur pulau jawa
Pucat pasi
mungkin lebih buruk lagi
Tergambar di
wajah yang masih lajang ini
Bak seekor
pipityang bingung mencari padi
Tuk nafkahi
anak istri di sangkar jerami
Ku lihat
gerbang tinggi menjulang
Menembus
panasnya mentari siang
Ku suap peluh
yang telah bercucur ini
Dengan sapu
tangan ibu yang ia berikan saat aku hendak pergi
Kurasakan
hati ini begitu gembira
Menatap
manusia berbaju taqwa
Mengalunkan
syair atau mungkin lagu
Dan.....
entah apakah itu tak penting bagiku
Karena ku
belum mengenal apa lagi tahu
I santri
Wajahnya
memang tak tampan
Tak seperti
aktor terkenal india shakh rukhan
Tubuhnya tak
terlalu rupawan
Tak seperti
ade rai yang memang binaragawan
Suaranya tak
terlalu merdu
Tak seperti
boy band korea suju
Kulitnya tak
semuanya putih
Tak seperti
vokalis band krispatih
Tapi jangan
salah menilai
Jangan pula
salah menerka
Dan yang
terpenting jangan salah membaca
Karena dia
bisa segalanya
Walaupun ia
tak tampan
Tapi wajahnya
di sinari oleh cahaya kebenaran
Walaupun ia
tak seperti binaragawan
Tapi jiwa dan
kekuatanya bak pahlawan super american
Walaupun
suaranya tak merdu
Tapi bacaan
al-qur’anya dapat menggetarkan qolbu
Aku santri
indonesia 1
Aku santri
Seorang
penimba ilmu dari negeri ini
Bagiku gelar
sarjana tak perlu
Karena ku
tahu itu hanya selembar kertas yang akan berdebu
Aku santri
aku indonesia
Aku belajar
siang dan malam bi niati lillahita’ala
Tak
mengharapkan apa-apa
Hanya sekedar
menghilangkan kebodohan semata
Aku santri
aku indonesia
Kata orang-
orang ilmu segalanya
Maka ku
buktkan dengan berusaha
Berusaha demi
kebaikan ku
dan semua
yang ku cinta dan yang ku punya
aku santri
aku indonesia
aku berani
dan aku kan berusaha
membela NKRI
sampai binasa
sampai nafas
ini tak lagi tersisa
hidupnya
santri
matanya
sayu.....
tapi
semangatnya menggebu-gebu
wajahnya
sedikit tampak kusam
tapi tak
sedikit oleh harapan
hari-harinya
sesalu sibuk
untuk menimba
ilmu yang majemuk
tanganya
sesalu bergerak
guna tuliskan
tinta dari senjata warna perak
memejamkan
matanya di kala malam
sebab
utamanya adalah mengulang pelajaran
karna ia tahu
hidupnya bukanlah mainan
maka dari itu
ia terus maju berjuang
walau kadang
panas jadikan kulitnya hitam
walau kadang
dinginya malam menembus sampai ke sum-sum tulang
tapi tak apa
ia lantang katakan
hanya guna
satu tujuan dan satu impian
hidup bahagia
sekarang , kelak, dan saat hari pembalasaan
Musyawarah
malam
Saat fajar
menyambut malam
Saat itulah
mereka mulai persiapan
Bukan guna
mengembara dalam pulau impian
Tapi guna pecahkan
kemusykilan
Bukan komik
yang di bawa dalam acaranya
Kecuali kitab
dengan isi yang luar biasa
Bukan nasi
padang yang di jadikan konsumsinya
Melaikan kopi
hitam dan beberapa rokok favorit mereka
Perdebatanya
bukan untuk menyulut peperangan
Tetapi guna
kuatkan argumen yang mereka utarakan
Bahkan tak
jarang adegannya sampai berjam-jam
Hingga mereka
melalaikan moderator yang mengarahkan
Sungguh
nikmat musyawarah malam
Sungguh
berguna besar bagi masa mendatang
Maka jangan
tinggalkan musyawarah siang maupun malam
Yang dapat
hadirkan lampu terang seusai kemusykilan
Santri
aliyyah
Kenalkan aku
santri aliyyah
Santri dengan
tingkatan tertinggi di madrasah diniyyah
Hafalanku bukanlah
lagi jurumiyyah ataupun tasrifiyah
Melainkan nadzom
istimewa bernama al fiyyah
Banyak orang
berkata
Bahwa santri
aliyyah serba bisa
Ya.... bisa
membaca kitab tanpa ma’na
Dan mentakror
isi kitab tanpa perlu bingung bertanya
Kenyataanya.......
Ia jauh dari
yang di sangka-sangka
Menarkibi saja
belum bisa
Apalagi membaca
kitab tanpa ma’na
Aduh.....
sungguh terlalu
Rasa gengsi
seakan tertambat oleh suatu kata
“ belum tahu”
.....
Bertahun-tahun
sudah kau mengenyam fan nahwu berikut dengan “si ibu”....
Tapi...... masih
belum tahu....
Motivasilah dirimu
Genggam erat tekadmu.....
Pandai tidaklah
wajib Melaikan tuntutan zamanmu.
Kaulah yang
haqiqi
Dia yang
berbeda....
Jelas dan
tampak di panca indra
Jikalau di
pandang memang sederhana dan tak istimewa
Kecuali kau
telisik , dan rahasia besar ada padanya...
Walau hanya
berbusana ala kadarnya
Walau hanya
makan seadanya
Namun kehadirannya
sungguh terasa
Di antara
lumpur yang penuh permataz
Berbuahkan
ketaqwaan hamba sejati
Kau pula
delegasi
Dari jutaan
manusia yang telah tau diri
Lalu janganlah
kau berlari
Bersama harapan
yang telah mereka nanti
|
Menjadi santri sama saja menciptakan
jalan kesurga untuk diri sendiri
Bahkan untuk orang lain juga
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar